Labels

Friday, 6 February 2015

Bincang Bincang Berbagi bersama Ustad Yusuf Mansur

Luar Biasa sekali acara yang barusan selesai dihelat di gedung G STAN. Acara tersebut merupakan acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa STAN yang juga dalam rangka sosial. Ada 3 tamu spesial, yang pertama adalah Pengusaha Muslim yaitu Ustad Yusuf Mansur, kemudian mbak Halima dari Indonesia Mengajar, dan yang terakhir dari Berbagi Nasi Jakarta.
Aku sangat bersyukur sekali kali ini karena banyak hal yang didapat. apa sajakah itu? Yang pertama adalah suatu berkah tersendiri bisa bertemu dengan ustad sebeken Yusuf Mansur. Selama ini, sejak aku masuk STAN sering sekali menonton pengajian atau seminar Ustad Yusuf Mansur di Youtube saja, tapi saat ini bisa langsung bertemu orangnya itu rasanya bagaimana gitu. Kebetulan masih belum bisa
bersalaman atau bahkan foto bareng, tapi Alhamdulillah sudah.
Mungkin ada yang bertanya mengapa aku mengidolakan Yusuf Mansur, padahal beliau adalah ustad, kok idola nya tidak seperti yang lain. Eits, jangan salah, selain menjadi seorang ustad, beliau adalah seorang pengusaha suskes yang selalu berbagi dan berbagi. Berliau, seorang penulis buku The Miracle of Giving selalu mengajak kita untuk bersedekah, bukan tanpa alasan tapi karena iman.
Baiklah, sangat banyak sekali pelajaran yang saya dapat diantaranya;
1.     Persoalan sedekah, bukan persoalan pandangan terhadap materi, persoalan sedekah adalah persoalan iman. Disebutkan pada surat Al-baqarah tentang Allah yang akan melipatgandakan rezeki seseorang yang bersedekah sebanyak 10 kali atau bahkan sampai 700 kali. Pandangan orang mengenai pengaharapan balasan dari Allah sebanyak 10 kali lipat tersebut sekilas adalah mengajarkan orang untuk materialistik, namun bukan itu yang sebenarnya disampaikan. Ketika orang berdoa, berdoa dan terus berdoa mengharapkan sesuatu sementara tidak melakukan sedekah adalah sama saja itu merupakan hak dia dan boleh dilakukan kapan saja. Sementara orang yang bersedekah apa tidak boleh berharap sama Allah. Itu hal pertama yang didapat dari seminar ini.
2.     Yang kedua adalah konsep keyakinan. Beliau jelaskan orang-orang barat berhasil dengan hanya bermodal keyakinan. Jika punya mimpi, tulis, pandang setiap hari dan berdoalah untuk itu, selalu bershalawat ketika melihat mimpi itu. Mengimani pasal bahwa memberi bukan mengurangi harta, tetapi akan berlipat ganda 10 kali lipat itu merupakan dasar. Pada sebuah sesi tadi ustad tunjuk acak salah seorang dari peserta dengan HP yang beliau katakan HP nya perlu ganti karena ketinggalan zaman, hehe. Beliau bawa keliling peserta, setelah ngobrol dengan peserta lain beliau balik dan menanyai mbak peserta tadi “HP ini mau disedekahin gak?” dan beliau juga berbicara bahasa inggris tapi saya lupa kata-katanya. Tapi apa yang terjadi si mbak perserta tadi menjawab “No”. Sayang sekali padahal dalam hati ustad bercerita bahwa beliau akan memberikan HP beliau, HP nya bagus ga tau apa tapi yang pasti jauh lebih mahal dari HP si mbak peserta tadi jika ia berkata “Yes”. Alhasil si mbak tadi tidak mendapatkan apa-apa. Ya semoga kita semua mendapat ilmunya termasuk si mbak tadi supaya bersemangat untuk bersedekah.
3.     Doa is unlimited, minta semuanya sama Allah, pasti dikabul, eits... dengan syarat dan ketentuan berlaku. Baiklah, meminta kepada Allah bisa berupa apa saja dan harus di spesifikkan. Sewaktu itu beliau langsung menyuruh kami mengambil handphone dan SMS mama masing-masing “Mom, I will pay you umrah on june”. Awalnya beliau menanyai beberapa mahasiswa yang lain dan jawabannya kurang spesifik seperti minta bahagiain orang tua – dalam bentuk apa harus disebut pula, menjual nasi goreng – dengan cabang, jumlah omset dan kapan harus disebut pula misal buka 1000 cabang nasi goreng dengan pendapatan 1 juta per cabang per malam. Ini adalah sebuah keajaiban jika mengimani-Nya. Hampir semua peserta SMS mama masing-masing termasuk aku dalam bahasa Indonesia tapi. Balasan dari peserta macam-macam dan beberapa dengan balasan “Aamiin”. Untukk sendiri seketika waktu ibuku telpon, suaranya ga kedengeran karena acara masih berlangsung. Aku bilang ke ibu nanti saja aku telpon lagi. Selang beberapa menit ibuku telpon lagi dan sempat kedengeran suara ibuku terseduh-seduh, entah bagaimana mungkin ibu menangis. Tertanggal Jumat 6 februari 2015 acara ini, semoga doa para peserta termasuk saya yang ingin umroh bareng sekeluarga bisa terkabulkan oleh Allah SWT.
4.     Syarat dan ketentuan berlaku adalah bahwa sebagai seorang hamba Allah maka semua perbuatan yang dilakukan adalah perbuatan yang baik, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Menjaga hati agar tidak iri dan dengki pada rekan yang prestasinya lebih baik, menjaga lisan agar tidak pernah untuk berdusta kepada siapapun, dan menjaga mata agar tidak melihat hal-hal yang batil. Satu kelemahanku saat ini adalah tidak bisa menjaga mata. Setelah ini aku benar-benar bertekad bulat untuk menjaga pandanganku dari segala macam bentuk maksiat. Aamiin. Yang membaca ini tolong ucap Aamiin juga ya terimakasih.
5.     Syarat dan ketentuan berlaku tidak cukup sampai disitu, pintu rezeki ada dimana-mana. Malam hari bangun, dirikan solat tahajud, pagi sempatkan solat duha, senantiasa solat hajat agar keinginan dan cita-cita terkabul dan selalu perbanyak cara untu memcintai rasul salah satu contohnya adalah bershalawat.
Tidak terasa aku sudah menulis hampir 2 lembar di word namun masih banyak ilmu yang didapat tadi. Indonesia Mengajar adalah program yang mendidik anak-anak yang berasal dari non-pemerintah yang tersebar di 18 kota terpencil di Indonesia. Luar biasa sekali, bahkan aku tidak tahu nama daerah yang diceritakan tadi. Indonesia yang luar biasa, pelosok bukan halangan untuk membangun negeri ini.
Berbagi Nasi juga sangat luar biasa sekali, mereka mempunyai program membagikan nasi pada mereka-mereka yang kurang beruntung nasibnya seperti pemulung dan lain-lain. Program ini tidak hanya bergerak pada bagi-bagi nasi saja tetap pada semua hal kegiatan sosial yang dibutuhkan selalu di share dan didiskusikan solusinya.

Ilmu kali ini sangat luar biasa, semoga bermanfaat bagi kita semua. Hari ini tertanggal 7 februari, sehari setelah acara, aku ingin mempraktekkannya dan membuktikan keimanan yang selama ini tidak pernah dipakai dan disadari.